Langsung ke konten utama

KISI-KISI UTS SEM. GENAP KELAS X TA.2015/2016


KISI-KISI SEJARAH INDONESIA
ULANGAN TENGAH SEMESTER SEM. GENAP 2015/2016

KELAS X SEMUA JURUSAN


No
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator
Bentuk soal
No soal
1.
3.6. Menganalisis
karakteristik
kehidupan
masyarakat,
pemerintahan,
dan kebudayaan
pada masa
kerajaankerajaan
Hindu-
Buddha di
Indonesia serta
menunjukkan
contoh buktibukti
yang
masih berlaku
pada kehidupan
masyarakat
Indonesia masa
kini.
·      Terbentuknya jaringan nusantara melalui perdagangan.








·      Dampak dari terbentuknya jaringan Nusantara melalui jalur perdagangan






·      Akulturasi Kebudayaan Nusantara dan Hindu-Buddha










·      Kehidupan sosial ekonomi masyarakat zaman Hindu-Buddha.

Ø  Menjelaskan peran penting laut pada masa Hindu-Buddha .
Ø  Menganalisis poses terbentuknya jaringan Nusantara melalui jalur perdagangan.
Ø  Menganalisis tentang komoditas penting perdagangan nusantara masa Hindu-Budha.


Ø  Menjelaskan Selat Malaka sebagai jalur penting dalam pelayaran dan perdagangan di nusantara.

Ø  Menjelaskan peranan Sriwijaya dan Majapahit dalam proses integrasi antarpulau pada masa Hindu-Buddha.


Ø  Menjelaskan tentang akulturasi dan asimilasi kebudayaan nusantara.
Ø  Menganalisis hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan asli Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan.
Ø  Menganalisis akulturasi  di bidang kepercayaan



Ø  Menganalisis tentang pengaruh budaya India bagi masyarakat Indonesia.
Ø  Menunjukkan bukti-bukti kehidupan dan hasil budaya Hindu-Buddha yang masih ada sampai sekarang
Essay











































1


2



3





4




5






6


7




8




9


10






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan kehidupan politik dan Ekonomi Masa Demokrasi Parlementer/ Liberal (1950-1959) dan Demokrasi Terpimpin (1959-1965)

PELAKSANAAN DEMOKRASI LIBERAL/ PARLEMENTER DAN PENGARUHNYA PADA KONDISI POLITIK DAN EKONOMI (1950-1959) Sistem parlementer  adalah sebuah sistem pemerintahan yang parlemennya memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Dalam hal ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan, yaitu dengan cara mengeluarkan semacam  mosi tidak percaya . Berbeda dengan  sistem presidensiil , sistem parlemen dapat memiliki seorang  presiden  dan seorang perdana menteri, yang berwenang terhadap jalannya pemerintahan. Dalam presidensiil, presiden berwenang terhadap jalannya pemerintahan, tetapi dalam sistem parlementer presiden hanya menjadi simbol  kepala negara  saja. Sistem parlementer dibedakan oleh  cabang eksekutif pemerintah  tergantung dari dukungan secara langsung atau tidak langsung  cabang legislatif , atau  parlemen , sering dikemukakan melalui sebuah  veto ...

Pendudukan Jepang di Indonesia

Masuknya Jepang Ke Indonesia   Jepang dengan mudah berhasil menguasai daerah-daerah Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Mengapa demikian? Karena:  Jepang telah berhasil menghancurkan pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii pada tanggal 7 Desember 1941;  Negeri-negeri induk (Inggris, Perancis, dan Belanda) sedang menghadapi peperangan di Eropa melawan Jerman;  Bangsa-bangsa di Asia sangat percaya dengan semboyan Jepang (Jepang pemimpin Asia, Jepang cahaya Asia, dan Jepang pelindung Asia) sehingga tidak memberi perlawanan. Bahkan, kehadiran Balatentara Jepang disambut dengan suka cita karena Jepang dianggap sebagai ‘saudara tua’ yang akan membebaskan bangsa-bangsa Asia dari belenggu penjajahan negara-negara Barat. Secara resmi Jepang telah menguasai Indonesia sejak tanggal 8 Maret 1942, ketika Panglima Tertinggi Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat di Kalijati, Bandung,. Jepang tanpa banyak menemui per...

Naskah Drama Detik-detik Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Prambanan (20/1) Naskah Drama Detik-detik Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Diambil dari berbagai sumber, oleh Wawan Teamlo) ditulis kembali oleh Atik ANNOUNCER : 15 Agustus 1945  Para Pemuda  mendesak Golongan Tua untuk memproklamasikan Indonesia gagal,  para pemuda lalu melaksanakan pertemuan di Jalan Cikini 71. Mereka lalu sepakat untuk menculik Soekarno-Hatta dan membawa mereka ke Rengasdengklok. Wikana              : (mengetuk pintu dengan keras) “Bung Karno, Bung Karno!” Soekarno           : (membuka pintu) “Iyaa, ada apa?” Shaleh               : “Anda harus ikut kami ke Rengasdengklok” Soekarno           : “Untuk apa aku ikut dengan kalian?” Wikana           ...